Waktu Makbul Untuk Berdoa

Didalam agama Islam, dikenal waktu-waktu makbul untuk berdoa seperti dirangkumkan berikut ini:

+ Setiap habis sholat wajib 5 waktu

+ Pada tgl 9 Dzulhijjah

+ Pada bulan Ramadhan

+ Pada 1/3 malam terakhir (setelah jam 2 malam sampai waktu Subuh)

+ Pada saat hujan lebat

+ Pada hari Jum’at

+ Pada saat khotib jum’at duduk diantara 2 khotbah.

Karena salah satu waktu makbul adalah setelah shalat wajib 5 waktu,  sangat disayangkan bila seseorang segera pergi setelah sholat wajib, tanpa berdoa, khususnya pada saat-saat senggang setelah jam kerja dan waktu subuh. Perlu dicatat bahwa karena Islam menganut kalender bulan (komariah), maka yang dimaksud dengan hari Jum’at, dan tgl 9 Dzulhijjah, adalah dimulai pada waktu Ashar hari sebelumnya, sampai waktu ashar hari tersebut. Misalnya hari Jum’at, berarti mulai waktu ashar hari Kamis sampai waktu ashar hari Jum’at.

Akan lebih tinggi nilai kemakbulannya kalau waktu-waktu makbul tersebut diatas terjadi secara bertumpuk, misalnya berdoa pada 1/3 malam terakhir pada malam Jum’at di bulan Ramadhan, dimana kebetulan saat itu hujan lebat. Contoh lain, berdoa pada malam menjelang 9 Dzulhijjah, pada 1/3 malam terakhir. Jadi kita harus mengusahakan agar paling tidak 2 waktu makbul bertumpuk saat kita ingin memanjatkan doa-doa yang penting.

Khotib Jum’at duduk diantara 2 khotbah hanya dalam waktu yang singkat, karena itu perlu disiapkan doa yang pendek, tetapi jangkauannya luas. Contohnya; Ya Allah, luaskanlah rizkiku atau Ya Allah mudahkanlah semua urusanku. Doa diluar sholat bisa dilakukan dalam bahasa apa saja. Doa waktu khotib Jum’at duduk ini hanya dilakukan oleh sebagian kecil umat Islam Indonesia, mungkin karena ketidak mengertian akan doa tersebut. bahkan ada khotib yang tidak memberikan kesempatan yang cukup untuk jamaah berdoa. Tetapi di masjid terbesar di New York City, hampir seluruh jamaah sholst Jum’at memenfaatkan waktu tersebut untuk berdoa.

Selain doa saat khotib Jum’at duduk dan doa setelah sholat wajib, doa-doa lainnya dari list diatas, perlu didahului dengan sholat sunat, misalnya sholat tahajud, kemudian istigfar, memohon ampun atas dosa-dosa kita, dan membaca kalimat2 pujian kepada Allah, terakhir membaca salawat bagi nabi Muhammad SAW, agar beliau membantu mengangkat doa kita keatas. Untuk doa setelah sholat wajib perlu didahului dengan hal yang sama kecuali sholat sunat. Perlu penulis tekankan bahwa sholat sunat rawatib (ba’diah) jangan dilakukan sebelum selesai berdoa, karena waktu makbul adalah setelah sholat wajib 5 waktu. Lakukanlah sholat sunat rawatib setelah selesai berdoa..

Semoga tulisan ini bermanfaat

–ooOoo–

About irawan firmansyah

Civil Engineer majoring in Geotechnical Engineering
This entry was posted in Spritual and Reflections and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s