Sholat Istikharah

Shalat Istikharah dilakukan untuk mendapatkan petunjuk Allah pilihan terbaik dari beberapa pilihan yang tersedia. Kadang-kadang kita hanya punya satu pilihan, maka sholat istikharah ini dimaksudkan untuk meminta ridho Allah, sehingga sesuatu yang sebenarnya kurang baik, dengan ridho Allah berubah menjadi baik. Sekalipun banyak orang muslim yang mengetahui mengenai sholat ini, tetapi sangat sedikit yang melakukan karena para ustadz memperumit sholat ini, sehingga orang menjadi malas untuk melakukannya. Padahal sholat ini dapat dibuat sederhana.

Sholat ini sebenarnya tidak hanya untuk bertanya masalah-masalah yang besar saja, tetapi juga untuk masalah-masalah kecil sehari-hari, misalnya ketika kita akan pergi keluar kota, atau ketika kita berniat melakukan sesuatu, atau membeli sesuatu.  Karena Allah yang menciptakan kita, tentunya Allah juga yang mengetahui apa yang baik dan apa yang tidak baik buat kita. Prinsipnya 3 hal yang kita tanyakan kepada Allah: 1) Apakah rencana kita baik bagi kehidupan kita? 2) Apakah rencana kita baik bagi agama kita? (maksudnya tidak mengganggu keimanan kita), 3) Apakah rencana kita baik akibatnya bagi diri kita? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut diharapkan diberikan melalui mimpi. Mimpi dari tidur dalam keadaan berwudhu, dengan posisi seperti jenazah dibaringkan di liang lahat, kepala diarah utara, badan miring dengan muka menghadap kiblat, dan punggung tidak boleh nempel pada lantai, sebab kalau kita tidur dengan punggung menyentuh lantai, maka wudhu kita akan batal. Ini umumnya yang diajarkan oleh para ustadz, padahal seseorang harus mencapai tingkat  keimanan/kebersihan tertentu untuk bisa menerima petunjuk Allah melalui mimpi. Oleh karena itu doa istikharah bagi orang kebanyakan harus sedikit dirubah.

Jadi doanya adalah meminta agar jika menurut pengetahuan Allah niat kita baik bagi kehidupan kita, baik bagi agama kita, dan baik akibatnya bagi diri kita, maka  dekatkanlah rencana itu kepada kita, dan dekatkanlah kita dengan rencana itu, dan tetapkanlah ini sebagai taqdir kita. Tetapi jika menurut pengetahuan Allah sebaliknya, rencana itu tidak baik bagi kehidupan kita, tidak baik bagi agama kita dan tidak baik akibatnya bagi diri kita, maka jauhkanlah rencana itu dari kita dan jauhkanlah kita dari rencana itu, dan berikan keberkahan dimanapun kita berada.  Dengan doa ini, jika niat kita itu baik bagi kita, maka hati kita mantap untuk melakukannya, dan jalannya menjadi mudah dan lancar. Sebaliknya jika tidak baik, maka hati kita akan berasa ragu-ragu, dan sekalipun kita nekad mencoba melaksanakan niat kita, akan banyak hambatan yang dihadapi.

Sholat ini 2 rokaat, persis sama dengan sholat-sholat sunat lainnya, hanya niatnya niat sholat istikharah. Rakaat pertama setelah Alfatehah membaca surat Al Kafirun, dan rakaat kedua membaca Al Ikhlas (Qulhu). Dibuka dengan kalimat-kalimat pujian kepada Allah, istighfar, dan sholawat kepada nabi Muhammad, agar doa kita dibantu untuk diangkat keatas. Doa istikharah dapat dilakukan dalam bahasa Indonesia, dengan mengutip dari terjemahan doa dalam bahasa Arab (lihat buku-buku tuntunan sholat) dan ditulis kembali agar sesuai dengan gaya bahasa kita masing-masing, sehingga hati kita mantap membacanya. Sebagai catatan doa itu tidak hanya artinya saja yang sama tetapi juga kata-katanya harus sama, seperti mantera. Garis besarnya doa istikharah ini dibuka dengan pernyataan bahwa Allah maha besar, sedangkan kita sangat lemah. Allah maha mengetahui hal-hal yang masih tersamar, hal-hal yang masih goib, hal-hal yang belum terjadi, sedangkan kita tidak mengetahui sama sekali. Ya Allah, jika menurut penegtahuanMU, rencanaku untuk ……… adalah baik bagi kehidupanku, baik bagi agamaku, dan baik akibatnya bagi diriku, maka ……………dst……..dst……………. (ikuti uraian pada paragraf sebelumnya). Doa istikharah ini paling tidak dibaca 3 x, kemudian ditutup dengan Robbana atina fidunnia khasanah ……….dst…………..,Walhamdulillahi robbilalamin, Aamiin

Sholat Istikharah ini sebaiknya dilakukan malam hari, paling tidak setelah Sholat Isa, dan dilakukan paling tidak 3x (3 hari) berturut-turut.  Setelah itu lakukan rencana kita, nanti insya Allah akan mudah jalannya, atau sulit, banyak rintangan. Jika kita menjumpai banyak rintangan, maka itu pertanda niat kita tidak baik bagi kita, dan sebaiknya dihentikan atau diganti dengan lainnya.

Tuntunan diatas ditujukan bagi orang orang kebanyakan, tetapi nereka tetap bisa melakukan sholat Istikharah dan doanya insya Allah didengar oleh Allah, selama makanan yang dimakan baik dan halal,  termasuk sumbernya juga harus baik (sumber nafkah kita baik, tidak berasal dari korupsi, memeras, menipu, pungli, hak orang lain, dsb). Uraian diatas penulis dapatkan dari seorang kyai yang telah sepuh dan menjauhi keramaian / publikasi, dan telah penulis amalkan sejak lama. Selamat mencoba, semoga diijabahi oleh Allah.

— o00o —

 

About irawan firmansyah

Civil Engineer majoring in Geotechnical Engineering
This entry was posted in Spritual and Reflections and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s