Seputar Jodoh

Berbicara mengenai jodoh, banyak hal yang tidak jelas, dan bisa menjadi bahan pembahasan.  Misalnya, apakah Tuhan itu menetapkan jodoh secara spesifik kepada seseorang, sehingga kalau tidak dengan jodohnya yang spesifik itu (misalnya si A), maka ia tidak akan menikah? Lalu apa yang terjadi pada  pasangan spesifiknya itu jika seseorang memutuskan untuk tidak menikah atau jika seseorang itu meninggal muda?  Apakah pasangan spesifiknya itu (si A) juga akan tidak menikah? Jika demikian maka keputusan seseorang untuk tidak menikah akn menyusahkan orang lain, yaitu pasangan spesifiknya itu.  Bagaimana dengan orang yang mempunyai isteri lebih dari satu, apakah memang Tuhan menetapkan jodoh untuk dia lebih dari satu?  Bagaimana dengan pasangan yang bercerai, apakah memang berarti  menurut Tuhan mereka tidak berjodoh?

Keputusan untuk menikah atau tidak menikah itu adalah pilihan yang diberikan oleh Tuhan untuk manusia, sama seperti aspek-aspek kehidupan lainnya. Jadi manusia itu diberi kebebasan untuk memilih, tentunya masing-masing pilihan mempunyai konsekwensi.  Konsekwensi ini ditanggung oleh yang bersangkutan saja. Seseorang tentunya tidak seharusnya menerima akibat yang tidak mengenakkan (tidak mempunyai pasangan) akibat keputusan orang lain untuk tidak menikah. Karena itu menurut penulis, jodoh diberikan Tuhan dalam bentuk preferences (kesukaan akan sesuatu) dan kecocokan karakter. Misalnya ada pria yang menyenangi gadis berambut panjang, putih, keibuan, lemah lembut, tinggi sedang, muka bulat telur, sedangkan pria lainnya menyenagi gadis yang berambut pendek, sportif, kulit kecoklatan, dan sebagainya. Preferences ini paling tidak urutan prioritasnya, berbeda antara satu orang dengan orang lainnya, dan bersifat unique. Dengan demikian yang bisa menjadi jodoh seseorang itu tidak hanya satu orang, tetapi beberapa orang, yang sesuai dengan preferences nya, dan sesuai (compatible) karakternya. Dari beberapa orang yang cocok tersebut, tentunya kecocokannya bertingkat-tingkat, dari yang paling cocok sampai yang kurang begitu cocok. Jadi seseorang yang dikatakan belum / tidak ketemu jodohnya itu sebenarnya karena ia mensyaratkan sesuatu yang berlebihan / terlalu tinggi bagi calon pasangannya.

Pendapat diatas bertentangan dengan pendapat masyarakat secara umum, karena masyarakat berpendapat bahwa jodoh seseorang itu orang tertentu (jodoh spesifik), misalnya si A. Jadi kalau tidak dengan si A maka orang tersebut tidak akan menikah.  Para pemuka agamapun merasa segan untuk menyatakan sesuatu yang berbeda dengan keyakinan mayoritas masyarakat. Padahal kalau jodoh seseorang itu spesifik, maka usaha seseorang untuk mendapatkan jodohnya yang terbaik dari pilihan yang ada, tentulah tidak berguna. Demikian juga tuntunan untuk memilih jodoh yang diajarkan dalam agama Islam tidaklah ada manfaatnya.

Keputusan seseorang untuk tidak menikah, tidak akan membuat orang lain kehilangan pasangan. Kalau seseorang bercerai, itu bukan karena tidak ada jodoh, tetapi karena salah satu atau keduanya tidak mau saling mengalah/berkorban. Dua orang disatukan dalam rumah tangga sekalipun sesuai dengan preferences masing-masing, pastilah banyak hal yang berbeda, dan perlu tenggang rasa/pengorbanan/saling mengalah  agar rumah tangga tetap utuh. Lawan jenis dengan kecocokan yang tertinggi biasanya datang dari latar belakang kultur yang sama, dengan demikian potensi konflik menjadi minimal.

Berikut ini penulis kutipkan terjemahan beberapa ayat Al Qur’an yang berbicara mengenai jodoh manusia, sebagai berikut:

1. An Najm ayat 45
dan bahwasanya Dia lah yang menciptakan (manusia) berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan.

2. Asy Syura ayat 11
Dia pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan pula, dijadikannya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

3. Yasin ayat 36
Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak nereka ketahui.

4. Ar Rum ayat 21
Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya, Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenteram, dan dijadikannya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berfikir.

5. Fatir ayat 11
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari air mani, kenudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun nengandung dan tidak pula melahirkan melainkan dengsn sepengatuanNya.

Dari ayat-ayat Al Qur’an diatas jelas tersurat bahwa manusia diciptakan berpasangan-pasangan, laki-laki dan perempuan, dari jenisnya sendiri, artinya manusia berpasangan dengan manusia, tidak dengan Jin atau binatang. Tidak ada ayat yang secara tegas menyatakan bahwa jodoh seseorang itu spesifik/unique, bahwa jodoh si A itu hanya si B, kalau tidak dengan si B maka si A tidak akan menikah. Jadi ayat-ayat Al Qur’an pun mendukung logika penulis mengenai jodoh, seperti diuraikan diatas. Wallahualam, hanya Allah yang mengetahui dengan pasti.

— ooOoo —

About irawan firmansyah

Civil Engineer majoring in Geotechnical Engineering
This entry was posted in Spritual and Reflections and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s