Tahukah Anda-2: Masyarakat Indonesia Tidak Dewasa / Mummayis

Perkembangan jiwa seseorang didalam fikih Islam diawali dengan  masa  anak-anak, masa balig, masa dewasa atau mummayis, dan masa tua.  Pada masa mummayis seseorang bisa membedakan apa yang baik dan apa yang tidak baik, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Karena sesuatu hal perkembangan jiwa seseorang bisa berhenti hanya sampai balig saja, sekalipun umurnya sudah tua. Dengan demikian ada orang tua yang tidak bisa membedakan antara yang baik dengan yang tidak baik, yang hak dan yang batal.

Di masyarakat Indonesia saat ini, dengan mudah kita temukan orang-orang tua yang tidak mummayis, misalnya tidak malu korupsi, menyalah gunakan jabatan, mengambil hak orang lain, melalaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Dikalangan profesipun dengan mudah kita temui professional yang melanggar etika profesi, bekerja ceroboh / ignorance, bekerja tidak professional, melempar tanggung jawab, dan sebagainya. Dengan mudah kita dapatkan berita mengenai mal praktek didunia kedokteran, kecerobohan / ketidak profesionalan para insinyur, dll. Kalau kita perhatikan, orang-orang yang tidak mummayis ini bertambah banyak secara signifikan setelah orde reformasi, seiring dengan semakin meratanya korupsi / KKN.  Kalau masa orde baru, penyalah gunaan wewenang / korupsi hanya  pada lingkaran tertentu saja, pada  era orde reformasi, khususnya saat-saat terakhir ini, perbuatan tersebut tersebar merata dari tingkat atas sampai tingkat bawah, dari tingkat pusat sampai tingkat daerah seiring dengan berkembangnya otonomi daerah.

Tahukah anda bahwa dengan memakan makanan dari penghasilan yang tidak sah dan menjadi daging, maka terbentanglah tabir yang menghalangi seseorang dekat dengan /menerima petunjuk Tuhannya.  Makanan yang dibeli dengan sumber keuangan yang tidak jelas itu pula menyebabkan jiwa seseorang tidak beranjak dewasa, sehingga tidak mencapai tingkat dewasa atau mummayis, sekalipun umurnya telah tua. Tidak heran jika kekacauan semakin meluas disemua lini kehidupan seiring dengan  semakin banyaknya beredar uang-uang yang tidak jelas asal-usulnya ( uang yang meragukan ke halalannya/ subhat). Dari media cetak maupun televisi  semakin sering kita dengar perbuatan kekanak-kanakan / tidak tahu malu yang dilakukan oleh para pejabat / orang-orang yang telah tua, yang tidak pernah mencapai tingkat kejiwaan dewasa atau mummayis.

Bagaimana kira-kira  jalannya perubahan kearah yang lebih baik? Perubahan kearah yang lebih baik akan terjadi secara perlahan-lahan.  Perubahan itu akan terjadi dengan semakin berkurangnya peredaran uang-uang haram didalam masyarakat. Dengan demikian secara perlahan jumlah orang berjiwa dewasa atau mummayis bertambah. Mengingat masyarakat Indonesia yang paternalistik, maka hal itu hanya bisa terjadi kalau Indonesia dipimpin oleh orang yang baik dan jujur. Wallahualam, hanya Allah yang maha tahu.

— ooOoo —

About irawan firmansyah

Civil Engineer majoring in Geotechnical Engineering
This entry was posted in Spritual and Reflections and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s